Penggunaan Akronim pada Berita

Bagi yang biasa bergelut dalam dunia tulis menulis tentu tahu apa itu akronim. Namun tak sedikit orang yang bisa membedakan mana itu akronim mana itu singkatan. Padahal keduanya sama sama singkatan namun memiliki perbedaaan. Secara singkat jika akronim singkatannya bisa dibaca menjadi satu kata sedangkan singkatan tidak. Bahkan jika singkatan itu berupa huruf huruf vocal. Biar lebih jelas lagi akan dijelaskan pengertian dari akronim. Secara umum akronim berarti singkatan dari berbagai huruf,atau gabungan suku kata atau gabungan dari huruf awal atau suku kata dari deretan kata yang mana ganungan gabungan tadi bisa dibaca menjadi satu kata. Contohnya seperti Pusat Kesehatan Masyarakat, akronimnya Puskesmas. Dalam penulisan juga harus diperhatikan, jika singkatan ditulis dengan huruf capital semua, sedangkan akronim tidak, hanya huruf awalnya saja.

Dari penjelasan tadi sudah bisa di pahami bukan? Selain dari penjelasan tadi, akronimpun ada jenisnya, agar tidak tertukar dalam penulisan, ada akronim nama diri dan akronim bukan nama diri. Bagi seorang jurnalis untuk membedakan keduanya merupakan hal yang mudah, namun bagi mereka yang pemula butuh banyak belajar. Akronim nama diri adalah akronim yang gabungan huruf atau kata ditulis dengan huruf kapital. Masih banyak orang yang keliru dalam menggunakan akronim nama diri ini. Maka untuk lebih memahami, berikut ini contoh contohnya :

a. Universitas Padjajaran ditulis menjadi Unpad. Namun masih banyak yang menuliskannya huruf kapital semua. Seharusnya adalah yang seperti diatas.
b. Kongres Wanita Indonesi ditulus menjadi Kowani.
c. Sekolah Pimpinan Polisi Republik Indonesia ditulis menjadi Sespim Polri.

Selain akronim nama diri, selanjutnya adalah akronim bukan nama diri. Jika akronim gabungan kata yang huruf awalnya ditulis dengan huruf capital, kalo akronim bukan nama diri gabungan kata yang huruf awalnya ditulis dengan huruf kecil. Nah pada penggunaan akronim bukan nama diri ini yang sering terjadi kesalahan dalam penulisan. Bahkan dalam surat kabar atau berita online tak sedikit menemukan jenis kesalahan yang ini. Contohnya seperti dibawah ini :

a. Pemilihan umum akronimnya pemilu. Namun kebanyakan menulisnya adalah Pemilu. Padahal pemilu itu bukan nama diri, melainkan sebuah kegiatan.
b. Pemerintah kota akronimnya pemkot. Begitupun dengan kata ini, masih ada saja yang menuliskannya seperti ini Pemkot.
c. Jujur dan adil akronimnya jurdil. Yang ini juga sama, banyak yang menuliskan dengan huruf capital diawalnya.

Kedua penjelasan singkat tadi setidaknya memberi anda pencerahan. Setidaknya anda mengetahui perbedaan akronim dan singkatan, begitupun dengan jenis jenis akronimnya. Karena penjelasan tadi sudah disesuaikan dengan EYD. Pastikan sudah tidak keliru lagi ketika menulis sebuah laporan atau berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *